Adjective dan Adverb: Perbedaan dan Penggunaannya

By | 27 May 2019
Perbedaan Adjective dan Adverb

Pembahasan kali ini tentang Adjective dan Adverb. Keduanya, baik adjective maupun adverb sama-sama mendeskripsikan kata lain.

  • Adjectives mendeskripsikan noun atau pronoun.
  • Adverbs mendeskripsikan verb, adjective atau adverb yang lain.

Banyak adverbs yang dibentuk dengan menambahkan -ly dari kata adjective. Misalnya poor menjadi poorly, gentle menjadi gently. Namun ada juga adverb yang tidak mengikuti pola ini.

Lebih lanjut, beberapa kata dapat menjadi adjectives atau adverbs, bergantung pada bagaimana ia digunakan dalam kalimat. Contoh:

  1. It was a hard exam.
  2. I studied hard all week.

Pada kalimat pertama, kata hard menjadi adjective yang menjelaskan kata exam (noun). Sedangkan pada kalimat kedua, kata hard menjadi adverb yang menjelaskan kata studied (verb).

Oleh karena itu, metode yang paling dapat diandalkan untuk mengetahui perbedaan antara adjectives dan adverbs adalah dengan menganalisa fungsinya di dalam kalimat.

ModifierFunctionExampleNote
AdjectiveDescribe nounsI went to an early class. early (adj.) menjelaskan class (noun).
AdjectiveDescribe pronounsThey were suffering with the flu for days.suffering (adj.) menjelaskan they (pronoun).
AdverbDescribe verbsMia awoke early in the morning.early (adv.) menjelaskan awoke (verb).
AdverbDescribe adverbsMia awoke very early in the morning.very (adv.) menjelaskan early (adv).
AdverbDescribe adjectivesThe dawn was really beautiful.really (adv.) menjelaskan beautiful (adj.).

Positive, Comparative, and Superlative Degrees of Comparison

Adjectives dan Adverbs tidak hanya mendeskripsikan sesuatu, keduanya juga membandingkan sesuatu. Adjectives dan adverbs memiliki perbedaan bentuk untuk menunjukkan degrees of comparison.

Terdapat tiga bentuk degrees of comparison: positive, comparative dan superlative.

  1. Positive: bentuk dasar dari adjectives atau adverbs yang tidak digunakan untuk perbandingan.
  2. Comparative: Bentuk dari adjectives atau adverbs yang digunakan untuk membandingkan dua hal.
  3. Superlative: Bentuk dari adjectives atau adverbs yang digunakan untuk membandingkan tiga hal atau lebih.

Berikut contoh penerapannya.

Degree of ComparisonNumber of Things ComparedExample
Positive DegreeNoneAnton is rich.
Comparative DegreeTwoRiska is richer than Anton.
Superlative DegreeThree or MoreMuhammad is richest of all.
Pedoman berikut menunjukkan cara membuat derajat perbandingan comparative dan superlative dari adjectives dan adverbs.

1. Gunakan -er/-est untuk adjectives dan adverbs yang memiliki satu atau dua suku kata.

PositiveComparativeSuperlative
poorpoorerpoorest
richricherrichest
lowlowerlowest
highhigherhigest
largelargerlargest
2. Ketika adjectives atau adverbs memiliki tiga atau lebih suku kata, gunakan kata more/most atau less/least untuk membentuk comparative and superlative degrees.

PositiveComparativeSuperlative
uncommonmore uncommonmost uncommon
unusualmore unusual most unusual
adorablemore adorable most adorable
delightfulmore delightfulmost delightful
attractiveless attractive least attractive
popularless popularleast popular
3. Jika kata itu terdengar aneh (awkward), abaikan aturan diatas.

Misalnya, kata “just” hanya memiliki satu suku kata. Maka bentuk comparative-nya adalah juster, dan superlative-nya adalah justest. Namun demikian, karena ini terdengar aneh, maka yang digunakan adalah more just dan most just.

Dengarkan kata untuk menentukan bentuk yang paling alami dari bentuk comparative atau superlative. Jika ragu, lihat kamus.

4. Jangan pernah menggunakan -er dan more atau -est dan most pada satu kata sekaligus.

Contohnya, jangan pernah mengatakan “the most furthest“. Namun katakanlah “furthest”. Juga, jangan pernah mengatakan “least happiest“, namun katakanlah “least happy”.

5. Semua adverbs yang memiliki akhiran -ly, maka bentuk comparative dan superlative-nya adalah dengan more dan most.

PositiveComparativeSuperlative
smoothlymore smoothlymost smoothly
easilymore easilymost easily
calmlymore calmlymost calmly
gracefullymore gracefullymost gracefully
gentlymore gentlymost gently
6. Beberapa adjectives dan adverbs memiliki bentuk yang tidak beraturan (irreguler form).

Keduanya tidak mengikuti aturan-aturan diatas saat membentuk comparative dan superlative. Dan sayangnya, kata-kata irreguler form ini adalah yang paling umum digunakan dalam bahasa Inggris, jadi kita cenderung membutuhkannya dalam penggunaan harian.

Karena mereka tidak mengikuti pola, maka kita perlu menghafalnya.

PositiveComparativeSuperlative
badworseworst
badlyworseworst
far (distance)fartherfarthest
farfurtherfurthest
goodbetterbest
illworseworst
latelaterlater or latest
little (amount)lessleast
manymoremost
muchmoremost
somemoremost
wellbetterbest
Good dan well sedikit rumit. Ikuti aturan ini:

  • Good selalu adjective.
    • You should read this novel. It has a good plot.
  • Well adalah adjective jika digunakan untuk hal yang berhubungan dengan kesehatan.
    • You sound well, for someone who has laryngitis.
  • Well adalah adverb jika digunakan untuk hal diluar kesehatan.
    • As a result, everyone in his house no doubt eats well!

Comparing dengan Menggunakan Adjective dan Adverb

Ikuti pedoman berikut untuk membuat kalimat comparisons (perbandingan) yang benar.

  1. Gunakan bentuk comparative degree (-er/more) untuk membandingkan dua hal.
    • Your house is bigger than mine.
    • Your house has more rooms than mine.
  2. Gunakan bentuk superlative (-est/most) untuk membandingkan tiga hal atau lebih.
    • The kitchen is the largest room in the house.
    • It is the most impressive room of all.
  3. Ketika kita membandingkan satu item dari satu kelompok yang sama, pastikan untuk memasukkan kata other atau else. Maka perbandingan yang kita buat akan masuk akal.
    • Confusing comparison: Truman was greater than any American president.
    • Logical comparison: Truman was greater than any other American president.
    • Confusing comparison: The sinkhole in our front yard is deeper than any in the neighborhood.
    • Logical comparison: The sinkhole in our front yard is deeper than any other in the neighborhood.
    • Confusing comparison: Tina scored more points than anyone on the badminton team.
    • Logical comparison: Tina scored more points than anyone else on the badminton team.
    • Confusing comparison: The sumo wrestler is heavier than anyone in the competition.
    • Logical comparison: The sumo wrestler is heavier than anyone else in the competition.
  4. Buat kalimat perbandingan (comparison) yang sempurna. Jika kalimat tidak ditulis sempurna, atau membandingkan sesuatu yang tidak logis maka hasilnya akan kacau. Hal ini akan membingungkan pembaca dan mengaburkan point perbandingan Anda.
    • Confusing comparison: Jack spends more time playing video games than homework. (yaitu waktu bermain dibandingkan dengan pekerjaan rumah).
    • Logical comparison: Jack spends more time playing video games than doing homework.
    • Confusing comparison: My suit is more stylish than Nick. (yaitu pakaian dibandingkan dengan orang/Nick).
    • Logical comparison: My suit is more stylish than Nick’s suit.
Fewer dan less memiliki makna yang berbeda dan tidak bisa digunakan secara bergantian. Fewer mengacu pada sesuatu yang bisa dihitung (fewer sandwhich, fewer cookies). Less mengacu pada sesuatu yang tidak bisa dihitung (less sugar, less sand, less anger, less filling).

Menggunakan Predicate Adjectives setelah Linking Verbs

Predicate adjective adalah adjectives yang mengikuti linking verbs dan mendeskripsikan subjek dari kalimat. Ingatlah bahwa linking verbs menjelaskan tentang state of being atau suatu kondisi.

Yang termasuk dalam linking verbs adalah semua bentuk to be (seperti am, is, are, were, was) dan verbs yang memiliki hubungan dengan indra (look, smell, sound, feel).

Linking verbs menghubungkan subjek kalimat dengan kata yang menjelaskan subjek tersebut.

  • Incorrect: This fried rice tastes deliciously. (fried rice [noun], tastes [linking verb], deliciously [adverb]).
  • Correct: This fried rice tastes delicious.(fried rice [noun], tastes [linking verb], delicious [adjective]).

Gunakan adjective alih-alih adverb setelah linking verbs. Oleh karena itu, gunakan delicious dibanding deliciously setelah linking verb tastes.

Note! Beberapa verbs melakukan tugas ganda. Terkadang ia berfungsi sebagai linking verbs, dan dilain waktu, ia berfungsi sebagai action verbs. Ketika sebagai linking verbs, maka adjectives yang digunakan sebagai pelengkap. Namun ketika berfungsi sebagai action verbs, maka adverbs yang digunakan.

Reference:

  • English Grammar for The Utterly Confused, Laurie Rozakis, Ph.D, Mc. Graw Hill, 2003.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *