Linguantoro

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1

Berikut ini adalah ringkasan catatan dari pembahasan kitab Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1. Pembahasan ini saya dapatkan dari channel youtube Pasca Iqro.

Al-Hiwar Al-Awwal. Undzur, wastami, wa-a’id. Lihat, dengar dan ulangi.

Pada pelajaran pertama, terdapat percakapan antara Khalid dan Khalil. Pada percakapan ini kita bisa mempelajari cara memperkenalkan diri dalam bahasa Arab. Saya hanya akan menuliskan terjemahannya, sedangkan naskah aslinya bisa dilihat di gambar.

Percakapan (alif).

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1

Khalid: “Semoga keselamatan kepada kalian.”

Khalil: “Dan semoga keselamatan juga kepada kalian.”

Kata “wa” pada ‘alaikum harus disambung. Dan antara ‘alaikum dengan as-salam terdapat alif lam, sehingga kata ini harusnya dibaca dengan disambung. Wa’alaykumussalam.

Khalid: “Namaku Khalid, siapa namamu?”

Khalil: “Namaku Khalil.”

Khalid: “Bagaimana kabarmu?”

Haal disini maknanya adalah kondisi, yaitu bertanya bagaimana kondisimu. Sering juga diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “apa kabarmu?”.

Khalil: “Saya baik-baik saja, Alhamdulillah.”

Alif lam disini menunjukkan segala macam pujian hanya milik Allah.

Khalid: “Dan bagaimana kabarmu?”

Kata “anta” disini adalah tambahan yang sifatnya untuk penegasan dan memperindah bahasa. Karena dengan mengatakan “wa kayfa haluka?” sudah cukup.

Khalil: “Saya baik-baik saja, Alhamdulillah.”


Percakapan (ba).

Pada percakapan yang kedua, konten percakapannya masih sama. Yaitu memperkenalkan diri. Bedanya pada percakapan kedua ini, yang berbicara berjenis kelamin perempuan.

Dalam bahasa Indonesia, tidak ada perbedaan baik yang berbicara itu laki-laki atau perempuan. Sedangkan dalam bahasa Arab berbeda. Perubahan jenis kelamin yang berbicara membuat dhomir (kata ganti) menjadi berubah. Mari kita simak percakapannya.

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1

Khaulah: “Assalamu’alaykum.”

Khadijah: “Wa’alaykumussalam.”

Khaulah: “Namaku Khaulah, siapa namamu?”

Disini, ya mutakallim pada kata “ismi” tetap, karena tidak ada perbedaan ya mutakalim antara pembicara lelaki dan perempuan. Sedangkan dhamir atau kata ganti pada kata “masmuk” menjadi “ki” karena pembicaranya perempuan sehingga diucapkan “masmuki?”

Khadijah: “Namaku Khadijah.”

Khaulah: “Bagaimana kabarmu?” (dengan dhomir “Ki”)

Khadijah: “Saya baik-baik saja, Alhamdulillah. Dan bagaimana kabarmu?”

Perhatikan, disini kata ganti “anta” (kamu laki-laki) berganti menjadi “anti” (kamu perempuan).

Khaulah: “Saya baik-baik saja, Alhamdulillah.”


Mufrodat 1

Setelah mempelajari percakapan diatas, ada enam kosakata yang perlu kita hafal.

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1
  • Kayfa haluka? Bagaimana kabarmu (laki).
  • Kayfa haluki? Bagaimana kabarmu (perempuan).
  • Anta. Kamu (laki).
  • Anti. Kamu (perempuan).
  • Masmuka? Siapa namamu (laki).
  • Masmuki? Siapa namamu (perempuan).

Kesimpulan percakapan pertama:

  1. Adab berkenalan yaitu saling menyebutkan nama.
  2. Kemudian saling menanyakan kabar.
  3. Perhatikan jenis kelamin yang berbicara, hal ini akan mengubah penggunaan kata ganti (dhomir).

About author View all posts Author website

Abu Ammar

Ahlan wa Sahlan. I am a father, a plant operator, a novice knowledge seeker who is trying to learn Arabic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *