Linguantoro

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 2

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 2

Percakapan kedua (alif).

Berlanjut ke percakapan yang kedua, kali ini membicarakan tentang asal negara dan kebangsaan.

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1

Muhammad: “Assalamu’alaykum.”

Syarif: “Wa’alaykumussalam.”

Muhammad: “Dari mana kamu?”

Min artinya dari, yaitu bisa berarti dari suatu lokasi atau tempat, atau dari suatu kelompok. Aina artinya mana. Pertanyaan ini berarti menanyakan asal.

Syarif: “Saya dari Pakistan.”

Pakistan disini adalah nama negara.

Muhammad: “Apakah engkau orang Pakistan?”

Kata “Hal” artinya apakah.

Syarif: “Ya, saya orang Pakistan. Dan apa kewarganegaraanmu?”

Pakistan yang kedua disini maksudnya adalah kewarganegaraan atau kebangsaan.

Muhammad: “Saya orang Turki. Saya dari negara Turki.”

Turki yang pertama berarti berkewarganegaraan Turki. Turki yang kedua berarti negara Turki.

Syarif: “Ahlan wa Sahlan.”

Percakapan kedua (ba).

Percakapan kedua (ba) masih seputar asal negara dan kewarganegaraan. Namun kali ini pembicaranya adalah perempuan.

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1

Maryam: “Assalamu’alaykum.”

Zainab: “Wa’alaykumussalam.”

Maryam: “Dari mana asalmu?”

Zainab: “Saya dari Mesir.”

Yaitu dari negara Mesir.

Maryam: “Apakah kamu orang Mesir?”

Zainab: “Ya, saya orang Mesir. Dan apa kewarganegaraanmu?”

Perhatikan bahwa kewarganegaraan berubah menyesuaikan jenis kelamin yang berbicara. Jika pembicaranya perempuan, maka di akhir kata ditambahkan ta’ marbuthoh.

Maryam: “Saya orang (berkewarganegaraan) Suriah. Saya berasal dari (negara) Suriah.”

Suriah yang pertama adalah kewarganegaraan, oleh karena itu, karena pembicaranya adalah perempuan maka ditambah ta’ marbuthoh. Sedangkan Suriah yang kedua adalah nama negara dimana Maryam berasal.

Zainab: “Ahlan wa Sahlan.”

Mufrodat 2

Setelah mempelajari percakapan diatas, ada enam kosakata yang perlu kita hafal. Keenamnya berubah menyesuaikan kata gantinya (dhomir).

Catatan Belajar Al-Arabiyah Baina Yadaik, Buku 1 Jilid 1 Pelajaran 1
  • Maa Jinsiyatuka? Apa kebangsaanmu? (lk).
  • Maa Jinsiyatuki? Apa kebangsaanmu? (pr).
  • Ana. Saya (sama untuk lk dan pr).
  • Baakistan (negara). Baakistaaniy (kebangsaan).
  • Turkiya (negara). Turkiy (kebangsaan).
  • Mishr (negara). Mishri atau Mishriyyah (kebangsaan).
  • Suriya (negara). Suri atau Suriyah (kebangsaan).

Kesimpulan percakapan kedua

  1. Penyebutan nama negara perlu ditambah huruf jar “min”.
  2. Penyebutan kebangsaan langsung tanpa huruf jar.
  3. Nama negara tidak berubah apapun jenis kelamin yang berbicara.
  4. Kebangsaan berubah menyesuaikan jenis kelamin yang berbicara.

About author View all posts Author website

Abu Ammar

Ahlan wa Sahlan. I am a father, a plant operator, a novice knowledge seeker who is trying to learn Arabic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *